Review Laga Manchester City vs Chelsea

 

Manchester City berhasil melakukan pembalasan dendam pada Chelsea – tim yang mengalahkan mereka dua kali dalam satu musim Premier League – dengan kemenangan yang meyakinkan dan berhasil membawa mereka melaju ke perempat final Piala FA.

Stevan Jovetic dan Samir Nasri mencetak gol yang membantu mimpi City untuk meraih empat gelar sekaligus dalam satu musim berjalan. Dan kemenangan yang berselisih dua gol ini mungkin menegaskan malam yang buruk bagi seorang Jose Mourinho.

Jika kunjungan terakhir Mourinho ke Etihad Stadium berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu adalah kemenangan taktikal Mourinho atas Pellegrini, maka pertandingan ini adalah jawaban dari kekalahan tersebut. Pellegrini bisa memenangi adu taktis melawan Mourinho, yang menjadi kemenangan kedua dari manajer asal Chili tersebut selama melawan Jose Mourinho dalam sepuluh kali pertemuan.

Saya rasa Chelsea akan kecewa dengan performa mereka sendiri. Secara singkat, pertandingan ini merupakan kemenangan yang nyaman dari Manchester City, yang tampil sangat baik daripada lawannya tersebut. City tampil solid dan berhasil menutup ruang dan waktu Chelsea. Bisa dikatakan bahwa City layak mendapatkan kemenangan ini.

Kenyataannya, hasil akhir memang tak perlu diprediksi terlalu lama lagi setelah City unggul pada menit ke 16 lewat tendangan Stevan Jovetic.

Chelsea hanya melakukan tiga upaya ke gawang Manchester City selama 90 menit pertandingan : peluang tersebut adalah tendangan dari jarak jauh yang dilakukan Willian dan Cesar Azpilicueta yang masih melenceng jauh dari sasaran, dan upaya Gary Cahill di menit-menit akhir yang bisa diblok oleh lini pertahanan City.

Dengan Eden Hazard yang masih on fire, ternyata pergerakannya bisa dinetralisir oleh James Milner dan Pablo Zabaleta, akhirnya pemimpin klasemen Premier League harus kekurangan ide untuk membongkar pertahanan City. Apalagi lini pertahanan City tampil sangat disiplin dan membuat Chelsea kehilangan kesempatan untuk melakukan serangan balik – taktik yang sangat efektif saat kedua tim bertemu di awal Februari lalu.

City memulai pertandingan percaya diri, dengan formasi 4-4-2 tapi mereka tak terlalu menyerang karena berhati-hati dengan serangan balik Chelsea.

Momentum City tercipta saat peluang dari Jovetic melayang tipis diatas mistar gawang Petr Cech.

Beberapa saat kemudian, David Silva dan Edin Dzeko melakukan kombinasi serangan cepat yang berakhir di kaki Jovetic, pemain asal Montenegro mendrible bola sedikit sebelum menyelesaikannya dengan tendangan yang bersarang di gawang Petr Cech.

Chelsea yang memulai pertandingan dengan formasi 4-2-3-1 yang membuat mereka sukses meraih kemenangan di Etihad sebelumnya tampaknya kesulitan untuk membongkar pertahanan City karena the citizens tampil lebih berhati-hati di belakang.

Mourinho merubah strategi pertandingan diawal babak kedua, dia mengganti Samuel Eto’o dengan pemain berharga 11 juta pounds Mohammed Salah, tapi Salah dan Fernando Torres yang juga dimasukkan sebagai pemain pengganti hanya membuat dampak kecil di pertandingan tersebut.