Prediksi Piala Dunia Tottenham Hotspur Dalam Perjuanganya Merangsang Kinerja Pengeluaran 110 Juta Euro

Tottenham Hotspur Dalam Perjuanganya Merangsang Kinerja Pengeluaran 110 Juta Euro Prediksi Piala Dunia – Setelah menghabiskan lebih dari 100 juta euro di bursa transfer, Tottenham Hotspur masih bekerja untuk sebuah kemajuan, tetapi butuh waktu yang lama untuk membuktikannya. 

Setelah kehilangan seorang pemain yang digunakan untuk memenangkan pertandingan, klub sering berjuang dalam pencarian bintang baru mereka untuk musim depan. Maklum, setelah kesalahan yang dibuat sebagai manajer mencoba dan mencari formula yang tepat terhadap berlangsungnya kehidupan tim yang sekarang tanpa sang penyelamat.  Hal yang sama bisa dikatakan kepada Tottenham Hotspur yang masih mencari pemain yang baru yang bisa membangkitkan semangat mereka menyusul kepergian Gareth Bale. 

Namun, alasan itu tidak dapat digunakan oleh klub London tersebut. Keberangkatan Bale membantu klub mengumpulkan dana ekstra untuk mendatangkan pemain baru. Hampir 110 juta euro dihabiskan untuk merekrut pemain baru dan masing-masing setiap pemain yang dibeli memiliki track record yang terbukti sukses dalam karirnya.

Orang-orang seperti Roberto Soldado, Etienne Capoue, Christian Ericksen, Erick Lamela dan Paulinho adalah jenis pemain pendatang yang tidak hanya membuat tim kompetitif, tetapi juga membuat tim dapat bertarung dalam meraih gelar . Namun, itu belum terjadi, tidak begitu jauh pula.

Jika Andre Villas-Boas mampu menang dalam dua laga pembukaan pertandingan melawan Crystal Palace dan Swansea, namun kalah melawan klub rival Arsenal , peserta reguler di Liga Champions dimana dapat dikatakan merupakan klub yang lemah.

Satu yang dapat dikatakan bahwa pertandingan melawan Arsenal datang pada tiga pertandingan yang terlalu cepat bagi Spurs. Saat ini Tottenham telah dirancang untuk  menuju empat besar klasemen tapi akan merupakan kebodohan dimana mengharapkan tim untuk dapat berkembang dalam  waktu semalam. Meskipun pertandingan melawan The Gunners terakhir kali dimana keduanya bertemu di Emirates ketika tim asuhan Arsene Wenger berhasil mengalahkan Spurs dengan skors 5-2, itu jelas bahwa Arsenal pantas mendapatkan tiga poin dari permainan.

Apa yang akan lebih menyakitkan bagi fans bukanlah kalah, tetapi tidak dengan cara seperti itu. Dalam 70 menit pertama atau lebih, terlihat bahwa seluruh tim Spurs tidak memiliki gairah dan intensitas. Segala sesuatu yang mereka lakukan terlihat sangat lambat dan dan dapat diprediksi dan terlihat seolah-olah pemain baru tidak tahu tentang pentingnya mengembangkan permainan.

Dan bahkan mungkin mereka menghadapi skuad yang tidak sebaik dulu. Mungkin ini  bukan sisi Arsenal yang terbaik tetapi Wenger telah memimpin dengan komitmen dan pengabdian. Terlepas dari seberapa buruk hal yang diarasakan mereka, The Gunners tidak pernah menyerah dan sepatutnya berterimakasih kepada Olivier Giroud, striker yang jarang diberikan kredit untuk kecerdasan dan mematikan dalam pergerakan mengolah bola.

Dan hasil singkatnya, adalah sebuah pesan gemilang untuk tampilan baru bagi Tottenham dan bahkan bisa menjadi berkah tersembunyi bagi AVB dan klub.

Dalam tiga pertandingan pertama, Spurs belum mencetak gol tunggal dalam permainan terbuka dimana harus menjadi perhatian. Pertahanan juga telah menjadi perhatian sehingga ketika suatu saat bermain di Liga Champions, itu bisa menjadi bencana. Berbicara pertahanan, cukup mengejutkan bahwa klub tidak mencari bek yang kokoh terutam bek kiri.

Danny Rose masih bagus tetapi pada usianya, perlu memiliki kompetisi serius. Michael Dawson hampir selalu membuat beberapa kesalahan yang hampir saja dibayar dengan mahal saat melawan Arsenal. Younes Kaboul adalah bek yang hebat tetapi baru-baru ini kembali dari cedera jangka panjang.

Moussa Dembele memiliki kemampuan tapi tidak cukup konsisten. Selain Hugo Lloris, Jan Verthongen dan Defoe (yang datang membantu). Dan bahwasannya Spurs memerlukan seluruh skuad untuk perlu menemukan konsistensi dan mengembangkan sedini mungkin dan mimpinya di empat besar klasemen dapat terwujud dalam paruh pertama musim kompetisi berakhir.