Prediksi Bola Jitu Adaptasi Pemain Muenchen Dengan Gaya Permainan Guardiola

Prediksi Bola Jitu Adaptasi Pemain Muenchen Dengan Gaya Permainan GuardiolaAdaptasi Pemain Muenchen Dengan Gaya Permainan Guardiola Prediksi Bola Jitu – Bek kanan Bayern Muenchen Rafinha mengakui ada banyak perbedaan antara pola permainan yang dipakai oleh platih mereka musim lalu yang membawa mereka mengumpulkan tiga gelar Jupp Heynckes dengan pola permainan yang dianut oleh pelatih anyar mereka Pep Guardiola. Setidaknya ada enam hal yang membedakan pola permainan antara dua pelatih tersebut karena Guardiola lebih mementingkan faktor pergerakan pemain di atas lapangan.

Permainan yang diinginkan Guardiola bukan saja tentang perubahan skema 4-2-3-1 ke 4-1-4-1 tapi juga mencakup jarak antar pemain dan pergerakan setiap pemain. Pep menginginkan permainan yang lebih direct, pemain tidak boleh memegang bola terlalu lama dan lebih  banyak melakukan kontorl satu sentuhan. Bagi Pep sangat penting untuk melakukan pergerakan dan umpan sehingga dalams etiap sesi latihan Die Bayern dia selalu mengasah hal ini.

Hal lainnya adalah tentang pergerakan dinamis antar pemain dan posisi nine false dalam skema penyerangan. Pada laga pra musim Bayern memakai skema 4-1-4-1 dan para pemain Bayern selalu bergerak dinamis ketika bertukar posisi. Lima pemain dengan tipe menyerang harus fasih berganti posisi ke samping kiri dan kanan sementara para pemain gelandang harus fasih bertukar posisi ke bawah dan ke atas. Hal ini yang menyebabkan Pep memilih memasang Franck Ribery atau Thomas Mueller sebagai penyerang tunggal, mengenyampingkan penyerang Bayern seperti Mario Mandzukic dan Claudio Pizzaro.

Uniknya hal ini membuat Bayern seperti memiliki lima orang pemain yang berposisi sebagai false nine karena empat gelandang menyerang yang bermain bisa menempati posisi di depan melakukan penyerangan karena berganti posisi. Para pemain harus bisa melakukan rotasi posisi tidak peduli di mana posisi aslinya Prediksi Bola Jitu.

Karena hal ini pula Pep sejak kedatangannya menegaskan tidak ada pemain yang posisinya tetap.  Pep menggeser posisi beberapa pemain dengan menanyakan langsung posisi mana yang bisa mereka mainkan, salah satunya Franck Ribery. Selain Ribery dan Mueller yang didorong menjadi false nine, dalam dua laga awal Telekom Cup beberapa pemain Muenchen juga dapat mengisi posisi yang bukan posisi aslinya. Phillip Lahm berduet dengan Toni Kroos menjadi gelandang di tengah sementara posisi Lahm sebagai bek kanan digantikan oleh gelandang Emre Can. Hal lainnya atau yang ke lima adalah tugas seorang penjaga gawang. Pep tidak menginginkan seorang oenjaga gawang yang selalu melakukan clearance dengan menendang bola ke jauh. Pep menjadikan penjaga gawang sebagai bagian dalam skema menyerang dan menginstruksikan dua penjaga gawang Bayern Manuel Neuer dan Tom Starke untuk lebih sering melakukan umpan – umpan pendek dengan para pemain belakang dan gelandang.

Hal terakhir adalah Pep akan merotasi seluruh pemain dan tidak ada pemain yang posisinya aman. Strategi ini sempat di komentari oleh Presiden Uli Hoeness karena dia menginginkan ada kerangka tim yang solid. Pep juga harus memperhatikan komentar ini karena faktanya memang Bayern kesulitan ketika harus bertadning dengan banyaknya pemain yang komposisinya belum matang, contohnya ketika dikalahkan Borussia Dortmund di ajang Piala Super Jerman Prediksi Bola Jitu.