Memori Piala Dunia 1994 Amerika Serikat

Memori Piala Dunia 1994 Amerika SerikatMemori Piala Dunia 1994 Amerika Serikat -  Perhelatan Piala Dunia 1994 yang digelar di Amerika Serikat tampaknya menyimpan momen-momen yang tidak terlupakan. Ada momen bahagia dan juga sedih serta beberapa insiden yang berujung hilangnya nyawa seorang pemain sepak bola. Dan ada beberapa momen yang kami rangkum.

Gol cantik dari penyerang Arab Saudi, Saeed Owairan ke gawang Belgia tentu menjadi salah satu momen yang tidak bisa dilupakan. Terutama untuk segenap warga Arab Saudi. Pasalnya Saeed Owairan mampu mencetak gol dengan berlari dari tengah lapangan dan tidak ada satu pun pemain Belgia yang mampu menghentikan langkah pemain yang menggunakan nomor punggung 10 tersebut. Kapten Belgia, Georges Grun sendiri tidak menyangka bahwa Saeed mampu mencetak gol ke gawang Belgia.

Owairan sepulangnya ke Arab Saudi, disambut bak pahlawan di negaranya. Bahkan Raja Fahd langsung memberikan hadiah mobil Rolls Royce kepada dirinya. Namun dengan status sebagai selebritis ini membuat hidupnya tidak tenang. Alhasil ia kedapatan menenggak alcohol dan membuatnya dipenjara.

Momen yang tidak terlupakan lainnya adalah gol bunuh diri Andres Escobar kala melawan Amerika Serikat. Gol bunuh diri ini bukan hanya gagal meloloskan Kolombia ke babak berikutnya. Namun juga membuat akhir hidup Escobar beberapa hari kemudian. Pasalnya Escobar yang akan bergabung ke skuad Inter Milan usai PD 94, ditemukan tewas di sebuah bar dengan luka 6 tembakan. Kabarnya sebuah kartel mafia Kolombia menderita kerugian jutaan dolar akibat mereka kalah bertaruh diakibatkan Kolombia yang gagal lolos ke babak 16 besar.

Sementara ajang final menjadi momen yang tidak terlupakan. Pasalnya untuk pertama kali laga final harus ditentukan melalui babak adu penalty. Dan untuk pertama kalinya hasil imbang 0-0 menjadi hasil akhir laga final. Dan Brasil berhasil menjadi juara dunia untuk 4 kalinya dan menjadi Negara dengan raihan gelar terbanyak. Di babak final, Italia tentu tidak bisa memaafkan Roberto Baggio yang gagal mengeksekusi sepakan penalty yang melayang tinggi dari gawang Brasil. Apalagi Baggio dikenal sangat handal melakukan eksekusi sepakan 12 pas. Akhirnya pelatih tim nasional Italia kala itu, Arrigo Sacchi tidak pernah lagi mempercayai Roberto Baggio guna masuk ke dalam skuad Italia selama ia menjadi pelatih Gli Azzurri. Momen lain yang juga menarik tentu saja selebrasi Bebeto dimana ia terlihat seperti menggendong anak. Pasalnya Bebeto di ajang tersebut baru saja dikaruniai putra.