Kemajuan West Ham di Liga Merupakan Hasil Dari Pengorbanan Di Piala FA

Kemajuan West Ham di Liga Merupakan Hasil Dari  Pengorbanan Di Piala FAKemajuan West Ham di Liga Merupakan Hasil Dari  Pengorbanan Di Piala FA – Apa yang akan anda lakukan jika ditempatkan sebagai fans West Ham pada akhir pekan lalu? Akan belanja? Atau ingin menonton pertandingan di Piala FA babak kelima dan melihat tim anda dihabisi oleh lawan, lantas frustasi?

Tersingkir dari Piala FA dalam babak awal memang selalu menimbulkan depresi, depresi yang menghapus optimisme di awal tahun dan juga menyedihkan karena beberapa pekan kemudian tim anda pasti tak bertanding, disaat tim lain sedang menjalani jadwal padat. Kekalahan West Ham yang terlalu dini saat melawan Nottingham Forrest dan dihancurkan dengan skor telak adalah pertandingan memalukan yang absolut.

Komentar yang dikeluarkan oleh Sam Allardye menjelang pertandingan tersebut berlangsung juga menjadi gambaran jelas akan tindakan bunuh dirinya, kendati mungkin dia hanya sekadar mengeluarkan psywar, mungkin dia sangat setuju dengan semangat yang dimiliki oleh manajer Aston Villa bahwa piala FA adalah kompetisi yang tak penting, dan dia akhirnya menyetujui hal tersebut dengan membawa para pemain yang tak berpengalaman di pertandingan lalu. Dengan akumulasi kartu dan juga cedera yang mendera pemain inti, serta pertandingan penting di liga yang menunggu didepan mata, dia memang harus melakukan yang harus dilakukan, memilih prioritas, dan setelah timnya dibantai dengan skor 5-0, mungkin dia juga merasakan rasa malu yang amat sangat.

Tapi dibalik pertandingan yang memalukan, adakah hal yang baik? Sebulan kemudian, ternyata tim yang dihajar oleh tim divisi bawah dengan skor lima gol tanpa balas berada diperingkat ke 11 klasemen dan tim tersebut menjalani sisa pertandingan dengan sedikit optimisme, West Ham tampil berbeda dengan waktu sebelum kekalahan memalukan tersebut. Raut muka dari para pemain setelah pertandingan terakhir di tahun 2013, yang berujung hasil imbang 3-3 melawan West Brom saat West Ham dua kali memimpin terlebih dahulu memberikan gambaran sendiri : kami melakukan yang bisa kami lakukan, dan semuanya tak cukup. Tapi jika mereka menganggap tahun 2013 berakhir dengan buruk, hasil di hari tersebut tak dapat dibandingkan dengan rasa kecewa diawal tahun, karena di pekan pertama tahun baru mereka harus kalah dengan Fulham di liga dan dihancurkan dengan telak di turnamen domestik, oleh City dan Nottingham Forrest.

Untuk banyak fans, rasa memalukan akibat dua kekalahan ganda nan memalukan memang sulit untuk disembuhkan, tapi klub sudah sampai pada fase “bebas untuk berkonsentrasi di liga”. Tentu saja sembuhnya beberapa pemain yang mengalami cedera sangat menolong kondisi tersebut, tanpa Wembley dalam pikiran mereka, tim menjadi lebih fokus di liga, dan lihat posisi mereka sekarang.

Kalau kita mencermati dengan baik, tersingkirnya West Ham di Piala liga merupakan sesuatu yang berbeda karena skuad City terlalu bagus untuk mereka. Selain itu, selalu ada tahun depan untuk turnamen domestik, yang terpenting bagi mereka adalah selamat di liga.